
About

| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Faceclaim | Zhang Jiahao |
| Nama OC | Raka |
| Age | 25 |
| Blood Type | O |
| Occupation |
BACKGROUND STORY
Raka Wijaya lahir dan besar di Yogyakarta, sebagai anak bungsu dari keluarga Mahesa sebuah keluarga terpandang yang sudah dikenal selama puluhan tahun lewat usaha batik tulis dan hall pertemuan di Solo dan Yogyakarta.Ayahnya, Bhanuwirya Mahesa (lahir 1967), adalah penerus usaha keluarga: batik tulis klasik dan beberapa hall besar yang sering digunakan untuk acara resmi dan budaya. Tegas, berwibawa, tapi hangat pada anak-anaknya. Sedangkan kakek-neneknya, Dharmawidya Mahesa dan Chandrakirana Maheswari, adalah figur yang membangun fondasi keluarga ini. Dharma, seorang arsitek terkenal di masanya dan dosen yang dihormati, menikahi Kirana pada tahun 1965 setelah proyek bersama membangun hall pertama milik keluarga Kirana. Dari sinilah dua keluarga terhormat itu menyatu, membentuk pilar besar yang dikenal di dunia seni dan kebudayaan Jawa. Raka tumbuh lebih suka mengamati daripada berbicara, lebih betah di depan layar komputer daripada di balik kain batik.Sejak kecil, Raka memperlihatkan bakat luar biasa dalam logika dan sistem. Ia membongkar laptop rusak, membuat program kecil, dan bahkan pernah membenahi jaringan internet rumah tanpa bantuan teknisi. Meski keluarganya mendukung, mereka tak sepenuhnya paham dunia yang digeluti Raka. Ia mencintai keluarganya, tapi diam-diam merasa terlalu berbeda untuk benar-benar menjadi bagian dari mereka.Setelah menamatkan kuliah di Yogyakarta, Raka pindah ke Jakarta. Katanya ingin βmencari pengalaman kerja,β padahal sebenarnya ingin melarikan diri dari bayang-bayang keluarga yang sempurna. Ia tinggal di sebuah kamar kos kecil di Jakarta Selatan, hidup sederhana, dan mengambil pekerjaan sebagai Personal Assistant untuk seorang idol muda bernama Chitra.Di siang hari, Raka tampak seperti pekerja tenang membawa catatan jadwal, memastikan logistik berjalan rapi, dan menjaga jarak profesional dengan Chitra. Tapi di balik itu, agensi tahu kemampuan sebenarnya: Raka adalah hacker handal yang dulu sempat menjadi legenda kecil di dunia siber dengan nama samaran βSpecter.β
Mereka merekrutnya bukan hanya untuk membantu idol, tapi untuk melindungi sistem digital agensi dari serangan eksternal mulai dari kebocoran data, sabotase media sosial, hingga ancaman doxxing dari fandom saingan.Raka jarang bicara, tapi selalu tahu lebih banyak dari yang ia tunjukkan. Ia bisa membaca pola perilaku online seseorang hanya dari tiga pesan singkat. Tapi di balik kecerdasannya, ada kelelahan yang ia sembunyikan: rasa terjebak antara dunia yang ia kuasai dan kehidupan nyata yang terasa jauh darinya.Satu-satunya hal yang membuatnya terasa βmanusiaβ adalah lingkar pertemanan kecil di sebuah kedai kopi dekat kosnya.
Di sanalah ia bertemu salah satu teman nongkrong tetap yang selalu muncul dengan tumpukan buku dan gelas kopi dingin. Awalnya hanya saling sapa, lalu obrolan kecil soal musik dan sistem operasi laptop, hingga akhirnya jadi rutinitas yang Raka nantikan.Selama satu minggu terakhir, ia jadi hal paling stabil dalam hidup Raka. Ia bukan seseorang yang tahu sisi gelap Raka, bukan pula bagian dari dunia hiburan yang berisik. Hanya sosok biasa yang tertawa kecil saat Raka salah menyebut merek kopi, atau menatapnya lama tanpa bertanya banyak.
Dan di situlah, tanpa ia sadari, Raka mulai jatuh hati.
Diam-diam. Perlahan. Tanpa rencana.Raka tahu perasaannya rumit karena ia menyukai laki-laki, karena Magenta masih di dalam circle yang sama, dan karena hidupnya bukan sesuatu yang aman untuk dibagi. Tapi tiap kali Magenta tersenyum dari seberang meja, semua batas itu terasa tidak penting.Di luar sana, ia tetap βSpecter,β hantu digital yang bisa melumpuhkan jaringan dalam hitungan detik.
Tapi di hadapan Magenta, Raka hanya seorang manusia biasa yang suka kopi hitam, mudah gugup saat ditatap terlalu lama, dan tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan bahwa di balik semua keheningan dan kode-kode yang ia sembunyikan, ada hati yang sebenarnya sedang belajar merasa.
TRIVIA
Selalu pesan kopi hitam tanpa gula ia bilang kalau udah biasa sama pahitnya , manis itu bisa dicari
Nama hackernya "Specter" dipilih karena ia ingin bisa lewat diantara sistem tanpa meninggalkan jejak
Punya kebiasaan mengetuk meja tiga kali sebelum memulai mengetik kode, katanya untuk menyingkronkan kode
jarang upload apapun di media sosial akunnya hanya berisi foto langit malam
Masih menyimpan flashdisk pertama yang ia rakit sendiri saat SMP. Isinya cuman satu folder "dont open"
Suka banget sama musik instrumental tapi kadang diam diam dengerin playlist Chitra saat lembur
Tidur hanya 3-4 jam per hari
Gayanya simple banget
Bau khasnya kopi dan sabun netral orang bilang, kalau Raka lewat, udaranya tiba tiba tenang